malulah kepada si burung ..

…”Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud” ..(34 : 10)

Ketahuilah wahai saudaraku (semoga Allah menganugerahkan sebaik2 taufiq kpd saya dan anda) bahawa setiap manusia itu mempunyai tujuan utama dalam hidupnya. Di mana seluruh pemikiran diarahkan kesana, semua amal perbuatan tertuju kepadanya dan semua cita2 terpusat padanya. Tujuan asasi itu dikenal luas dgn istilah ‘idealisme’. Apabila tujuan ini bergelojak di dalam jiwa mereka, maka akan menghasilkan amal2 mulia, jiwa pemiliknya akan memiliki keindahan ruhani (ketenangan), dan selalu terdorong utk mencapai kesempurnaan (yang difikirkannya), hingga dapatlah pada satu hari nanti meraih kemuliaan yang telah ditakdirkan utknya.

Islam (yang dtg utk memperbaiki jiwa manusia, mensucikannya, dan membimbingnya menuju puncak kesempurnaan yg mungkin dapat diraih) telah menjelaskan tujuan tertinggi kpd seluruh manusia dan mendorong mereka menuju idalisme tertinggi. Idealisme tersebut adalah ‘ke-Mahasucian Allah swt”. Ayat Al-quran menyatakan,


50. (Katakanlah Wahai Muhammad kepada mereka): “Maka segeralah kamu kembali kepada Allah (dengan bertaubat dan taat), Sesungguhnya Aku diutuskan Allah kepada kamu, sebagai pemberi amaran Yang nyata.

Apabila anda telah mengetahui hal ini wahai saudaraku, maka jgn hairan jika seorg muslim selalu berzikir kpd Allah dlm semua keadaan dan berusaha mewarisi dari Nabi saw.(makhluk yg plg mengenal Rabb-Nya) beberapa kalimat indah dan mendalam dari zikir, do’a, syukur, tasbih, dan pujian dalam setiap kesempatan, baik kesempatan kecil maupun besar, serta kesempatan berharga ataupun remeh. Sebab Nabi saw, selau berzikir dalam semua kesempatan. Juga jangan hairan jika kami menuntut para rijal kami agar mengikuti sunnah Nabi saw dan meneladaninya dgn cara menghafal zikir2 ini dan mendekatkan diri kepada Zat Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun dengannya.

21. Demi sesungguhnya, adalah bagi kamu pada diri Rasulullah itu contoh ikutan Yang baik, Iaitu bagi orang Yang sentiasa mengharapkan (keredaan) Allah dan (balasan baik) hari akhirat, serta ia pula menyebut dan mengingati Allah banyak-banyak (dalam masa susah dan senang)

1 Response to “malulah kepada si burung ..”


  1. 1 Syahid October 24, 2008 at 8:48 am

    Mantap.. Kadang2 kita terabai bab sunah Rasul yg pd kita nmpak kecil, tp nilaian sungguh besar di sisi Tuhan…
    “Alhamudulillah, Luar Biasa, Allahuakbar!!”
    –> gaye naqib ana bersorak :D


Leave a Reply