Nasihati diriku (Aussini)

Bismillahirrahmanir rahim..

Tatkala jiwa seorang daie telah bertaqwa sepenuhya kepada Allah..
merasakan muraqabah dan keagunganNya di dalam hati..
rutin membaca Al-Quran dengan tadabbur dan penuh kekhusyukan. .
menyertai Nabi dengan berqudwah kepadanya..
menyertai orang-orang yg soleh yg berma’rifah kepada Allah dengan menimba berbagai hikmah dan kebaikan dari mereka..
berzikir mengingati Allah secara berterusan untuk menambah keteguhan dan ketenangan..
selalu melakukan ibadah nafilah untuk mendekatkan diri dan menambah kekhusyukan. .

Apabila seorang daie sudah memiliki itu semua, maka ketika berbicara atau berkhutbah atau mengajak ke jalan Allah, niscaya akan anda temukan keimanan memancar dari kedua bola matanya, keikhlasan nampak jelas menghias raut wajahnya, dan kejujuran terus mengalir bersama kelembutan suaranya, ketenangan iramanya, serta isyarat-isyarat tangannya.

Bahkan perkataannya akan meresap ke dalam hati dan melenyapkan kegelapan jiwa. Seperti air sejuk yg meresap di kerongkongan orang yg kehausan, bak nur cahaya yg memusnahkan kegelapan. Mereka itulah orang-orang yg memperoleh petunjuk. Dakwah mereka akan mendapat sambutan luas. Dengan nasihat mereka hati bergetar dan mata menangis. Dengan peringatan mereka para ahli maksiat bertaubat dan orang-orang sesat sedar serta kembali ke jalan yg lurus.

Begitu jugalah pengaruh rohani terhadap pemahaman dan cara pengambilan hukum. Tatkala jiwa seorang daie memancarkan rohani, berhubungan erat dengan Allah, dan memiliki ketaqwaan; tersingkaplah baginya berbagai hakikat dan makna. Terbukalah rahsia-rahsia yg tidak dimengertikan kecuali oleh orang-orang yg bertaqwa.

Seorang daie rabbani ketika berada pada tingkat ketaqwaan, pemahaman, dan rohani yg tinggi, ketika sudah memiliki nilai-nilai luhur seperti ikhlas, jujur, kehangatan iman, dan aktif dalam dakwah, niscaya dia akan berangkat ke medan dakwah, tabligh, dan jihad. Baik sebagai pemberi petunjuk mubaligh mahupun daie yg mengajak ke jalan Allah secara jujur serta berjuang dgn penuh keikhlasan sehingga ia melihat umat Islam dalam keadaan menang dan kebatilan terpukul mundur. Mereka melihat panji al-Haq berkibar di atas panji-panji lain. Pada saat itulah seorang daie baru bergembira kerana adanya kemenangan dan pertolongan Allah.

-Abdullah Nasih Ulwan, Menuju Ketaqwaan (Tarbiyyah Ruhiyah)-

0 Responses to “Nasihati diriku (Aussini)”



  1. No Comments Yet

Leave a Reply