L I A T

originally posted by ‘abdullah.

Anda punya rahsia atau petua bagaimana melembutkan daging yang liat? Saya
punya, yang entah benar entah tidak. Ini kerana saya sendiri tidak pernah
mencubanya, saya sendiri tidak di”turunkan” petua ini kepada saya. Tetapi
saya merungkai petua melunak lembutkan daging liat ini lewat pemerhatian
saya, terhadap masakan dan kaedah yang digunakan oleh ibu saya tiap kali
berhadapan dengan daging yang liat.

Petuanya mudah saja. Anda rendamkan dan rebuskan daging itu di dalam air.
Maka lunaklah ia -insyaALLAH. Adakah petua menghilangkan keliatan daging
yang saya kemukan ini benar? Adakah anda setuju dengan petua saya?

Begitulah menghadapi keliatan manusia. Manusia -pada ketikanya- akan liat
untuk bangun tahajud. Liat untuk bangun solat Subuh. Bahkan terlebih liat
untuk bangun mempertahan dan memperjuangkan kemuliaan dan eksistensi
agamanya. Maka, bagaimana caranya melunakkan rasa liat ini?

Rendamkanlah dirimu dalam “air” yang memang sifatnya melembutkan. Kalau
selama ini sang daging bercengkarama dengan keliatannya di atas darat, maka
ianya bisa dirungkai tatkala ia menghadapi hidup di dalam air. Segeralah
cari “air” bagi memulakan kehidupan barumu. Air itu berupa suasana beragama,
suasana tarbiyah, suasana zikir dan fikir.

Itulah sebabnya Nabi SAW dirunkan ke persada bumi ini, guna untuk mensucikan
(tazkiyah) relung-relung hati manusia, selain mentilawah membacakan
ayat-ayat ALLAH kepada mereka dan mengajarkan buat mereka khazanah ilmu dan
hikmah (Surah 62:2).

Itulah sebabnya, Nabi SAW sudah memperingatkan betapa seketul daging di
dalam tubuh anak Adam itulah yang menentukan liat tak liatnya ia kepada
kebaikan dan kebenaran, atau lemahnya ia hingga melutut kepada gudang
kemaksiatan.

Ini kerana hati itu bisa keras, maka lembutkanlah ia dengan zikrullah.
Lunakkanlah ia dengan tilawah. Suburkanlah ia dengan tarbiyah, berbaja dan
bersiramkan ukhuwwah islamiyah. Segeralah masuk ke jeram air itu, agar kita
jauh dari pancingan syahwat. Benarlah dikau duhai Imam as-Syafi’e;
“sibukkanlah dirimu dengan ibadah, jika tidak, engkau akan disibukkan dengan
maksiat.”

1 Response to “L I A T”


  1. 1 Faridul May 17, 2009 at 1:35 pm

    This articles’ origin is actually from faridul.wordpress.com


Leave a Reply