Archive for the 'Risalah Selasa' Category

Risalah Selasa 3 Bahagian 1

Kita panjatkan puji syukur ke hadrat Allah swt. Kita ucapkan selawat dan salam untuk junjungan kita Nabi Muhammad, untuk segenap keluarga dan sahabat baginda, serta siapa saja yang menyerukan dakwahnya hingga hari kiamat.

Saudara tercinta, saya sampaikan salam penghormatan Islam, salam penghormatan dari Allah, yang baik dan diberkati: Assalamu ‘alaikum Wa Rahmatullah Wa Barakatuh.

Anda semua tentu ingat. Saya pernah berjanji bahawa tema perbicaraan kita pada kajian malam ini ialah kitab Allah swt. Saya tidak bermaksud bahawa kajian-kajian ini mengupas semua hakikat ilmiah, perbezaan pendapat, atau kemungkinan berbagai-bagai penafsiran. Saya tidak bermaksud demikian. Hanya satu tujuan saya: saya ingin memudahkan jalan untuk memahami Kitabullah, bagi siapa yang membacanya. Saya ingin memaparkan kandungan isinya secara umum dan membukakan pintu pemahaman terhadapnya.

Barangkali anda sekalian, wahai Saudaraku, ingat sebuah pepatah yang mengatakan, “Barangsiapa mengenal dirinya, ia mengenal tuhannya.” Jadi, jika Anda mengenal diri Anda dengan sebenar-benarnya dan mengerti kedudukan yang diberikan oleh Tuhan kepada Anda, Anda dapat menunaikan hak diri anda dan hak Tuhan anda. Dengan demikian anda akan sampai kepada ma’rifatullah.

“Dan di dalam diri kalian, tidakkah kalian melihat?” (Adz- Dzaariyat: 21).

Saudaraku, saya ingin agar kita berusaha supaya dapat melihat, di manakah kedudukan kita sebagai manusia? Apakah kewajiban kita ketika berada dalam kedudukan ini? Kita ingin mengetahui kedudukan yang diberikan oleh Allah kepada kita, agar kita dapat menunaikan hak diri kita dan setelah itu kita juga mengetahui hak Allah terhadap kita.
Continue reading ‘Risalah Selasa 3 Bahagian 1′

Risalah Selasa 2 Bahagian 2

Post sebelumnya
1. Risalah Selasa 1
2. Risalah Selasa 2 Bahagian 1

Saudara sekalian, kewajiban kita terhadap Al-Qur’anul Karim ada empat:

1. Hendaklah kita memiliki keyakinan yang sungguh dan kuat bahawa tidak ada yang dapat menyelamatkan kita kecuali sistem sosial yang diambil dan bersumber dari kitab Allah swt. ini. Sistem sosial apa pun yang tidak bersumber atau tidak berlandaskan kepada Al-Qur’anul Karim pasti bakal menemui kegagalan. Misalnya, banyak orang mengatasi masalah ekonomi dengan terapi pembaikan, “tidak menggemukkan dan tidak pula sekadar menghilangkan lapar”. Sementara Al- Qur’anul Karim telah menggariskan aturan tentang zakat, mengharamkan riba, mewajibkan kerja, melarang pemborosan, sekaligus sekaligus menanamkan kasih sayang antara sesama manusia. Dengan arahan semacam masalah kemiskinan tentu dapat segera diselesaikan. Tanpa jalan penyelesaian ini, tidak mungkin ia dapat diselesaikan. Selain penyelesaian semacam ini, semuanya hanya ibarat pil penenang sementara.

Contoh lain adalah masalah kesihatan. Saudara sekalian, kalian mendapati mereka ibarat orang yang membuka botol minuman berdiameter tiga milimeter, sedangkan di bawahnya terdapat tapak yang berdiameter tiga meter. Mereka membuat rumah-rumah sakit dan klinik-klinik kesihatan, tetapi akar penyakit tidak dibanteras. Misalnya, taraf hidup yang masih rendah. Padahal Islam menghendaki peningkatan taraf hidup dan pembanterasan berbagai-bagai kemungkaran. Rasulullah S.A.W bersabda:

“Tidaklah perilaku keji terlihat nyata di tengah- tengah suatu kaum, kecuali akan banyak penyakit menimpa mereka, yang tidak pernah menimpa orang- orang sebelum mereka.”

Saudara sekalian, contoh lain misalnya pembanterasan jenayah. Apakah kita akan memenjarakan pencuri ke penjara agar dia mengasah kehebatannya kepada jenayah-jenayah sehingga semakin lama masa tinggalnya di penjara, semakin tinggi pula kehebatanya dalam melakukan jenayah? Andaikata nas Al-Qur’an berikut ini diambil, “Atau diasingkan dari negeri (tempat kediamannya)”, nescaya hal ini akan memberikan banyak manfaat kepada Negara.
Continue reading ‘Risalah Selasa 2 Bahagian 2′

Risalah Selasa 2 Bhg 1

Kita panjatkan puji syukur ke hadrat Allah swt. Kita ucapkan selawat dan salam untuk junjungan kita Nabi Muhammad, untuk segenap keluarga dan sahabat baginda, serta siapa saja yang menyerukan dakwahnya hingga hari kiamat. Saudara tercinta, saya sampaikan salam penghormatan Islam, salam penghormatan dari Allah, yang baik dan diberkahi: assalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.

Seseorang layak berasa pelik terhadap sikap kebanyakan manusia terhadap kitab Allah swt.: Al-Qur’anul Karim. Saudara sekalian, sebagaimana saya katakan sebelumnya, sikap kebanyakan manusia pada waktu ini terhadap kitab Allah ibarat sekelompok manusia yang diliputi kegelapan dari segala penjuru. Mereka keliru, berjalan tanpa sebarang petunjuk pun. Kadang-kadang mereka jatuh ke jurang, kadang-kadang melanggar batu, dan kadang-kadang saling berlanggaran. Keadaan mereka terus demikian, tersesat membabi buta dan berjalan dalam kegelapan yang pekat. Padahal di hadapan mereka ada sebuah tombol elektrik yang andaikata mereka tekan dengan jari, maka gerakan yang sedikit itu dapat menyalakan sebuah lampu yang terang-benderang. Inilah Saudara- saudaraku, perumpamaan umat manusia sekarang dan sikap mereka terhadap kitab Allah.

Seluruh dunia ini tersesat dalam kegelapan yang pekat. Seluruh alam berjalan tanpa petunjuk. Berbagai-bagai sistem telah rosak, masyarakat telah hancur, nasionalisme telah jatuh. Setiap kali manusia membuat sistem baru untuk diri mereka, dengan cepat sistem itu menemui kegagalan. Hari ini, manusia tidak mendapatkan jalan selain berdoa, bersedih, dan menangis. Sungguh aneh, kerana di hadapan mereka sebenarnya terdapat Al-Qur’anul Karim, kitab Allah swt.

“Bak Unta mati kehausan di padang pasir,sedangkan air terpikul di punggungnya”

Mereka tidak mendapatkan jalan petunjuk, padahal di hadapan mereka ada cahaya yang sempurna.

“Tetapi Kami jadikan Al-Qur’an itu cahaya, yang Kami tunjuki dengannya siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya Kami benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” (Asy-Syura: 52)

“Adapun orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya, dan mengikuti cahaya terang yang diturunkan kepa- danya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (Al-A ‘raf: 157)

“Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepada kalian Rasul Kami, menjelaskan kepada kalian banyak dari isi Al-Kitab yang kalian sembunyikan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepada kalian cahaya dari Allah dan kitab yang menerangkan. Dengan Kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan dan mengeluar-kan mereka dari gelap gelita kepada cahaya terang benderang dengan izin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.” (Al-Maidah: 15-16)

Continue reading ‘Risalah Selasa 2 Bhg 1′

Risalah Selasa 1

Kita panjatkan puji dan syukur ke hadrat Allah swt. Kita ucapkan selawat dan salam untuk junjungan kita Nabi Muhammad S.A.W, seluruh ahli keluarga dan sahabatnya, serta sesiapa saja yang menyerukan dakwahnya hingga hari kiamat.

Wahai saudara yang terhormat, saya sampaikan salam penghormatan Islam, salam penghormatan dari Allah, yang baik dan diberkati: Assalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.

Sebelum kita memasuki kajian tentang kitab Allah swt. saya ingin mengingatkan wahai saudara, bahawa ketika menyampaikan kajian- kajian ini, kita tidak semata-mata bertujuan untuk memperoleh pemahaman dan melakukan analisis ilmiah. Tujuan kita ialah membimbing rohani dan akal untuk memahami makna-makna umum yang terkandung di dalam Kitabullah. Sehingga dari sini kita dapat memiliki prasarana untuk memahami Al-Qur’anul Karim, ketika kita membacanya. Dengan demikian, kita telah melaksanakan sunnah tadabur, tadzakur, dan mengambil pelajaran sebagaimana yang
disebutkan di dalam kitab Allah swt.


“Sesungguhnya Kami telah mudahkan Al-Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mahu mengambil pelajaran itu?” (Al-Qamar:17)


“Ini sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan barakah, supaya mereka memerhatikan ayat-ayat-Nya dan orang-orang yang mempunyai fikiran mengambil pelajaran.” (Shad: 29)

Saudaraku yang tercinta, kajian-kajian tentang ayat-ayat Al-Qur’an Al-Karim yang hendak saya sampaikan ini, tidak saya maksudkan menghimpun secara lengkap dan luas aspek-aspek ilmiah dalam tema yang sedang kita bahas, tetapi saya sekadar ingin mengarahkan rohani, hati, dan fikiran kepada maksud-maksud luhur yang dikehendaki oleh Kitab Allah swt., Al-Qur’anul Karim, ketika mengemukakan suatu pengertian. Jika ini telah wujud, wahai saudaraku, maka di depan anda dan di depan para pembahas yang lain terbuka pintu yang lebar untuk mengadakan kajian dan analisa. Silakan mengkaji sekehendak anda dan mempelajari dengan lebih terperinci. Sungguh saya percaya, saudara tercinta, saat-saat ketika kita berbahagia dengan perjumpaan kita seperti ini, tidak memberikan kesempatan yang luas kepada kita untuk mengadakan analisis ilmiah yang menghuraikan tema perbahasan dari segala sisi.

Saudaraku, satu-satunya tujuan kita dari kajian-kajian ini adalah agar kita dapat merenungkan isi kitab Allah swt. Ia ibarat lautan yang kaya dengan mutiara. Dari arah mana pun anda mendatanginya, anda akan memperoleh kebaikan yang melimpah ruah.

Kerana itu, perbahasan kita berkisar pada tujuan-tujuan yang bersifat global dan umum, yang dikemukakan oleh ayat-ayat Al-Qur’anul Karim. saudara sekalian, marilah kita tolong-menolong untuk menyingkapnya. Alhamdulillah, tujuan-tujuan tersebut cukup jelas dan terperinci. Harapan kita, semoga masing-masing dari kita memperoleh kunci pemahaman kitab Allah, untuk memahami ayat-ayatnya. Dengan demikian, ia dapat menggunakan kunci tersebut untuk berinteraksi secara langsung dengannya setiap kali ia memperoleh waktu lapang dan setiap kali ia ingin menambah cahaya, faedah, dan manfaat yang ditimbanya dari Kitab ini. Saya tidak menuntut bahawa kajian- kajian ini merupakan puncak segala kajian, kerana setiap kali manusia melakukan penjelajahan fikiran dan pandangan mereka terhadap kitab Allah swt. nescaya ia akan mendapati makna-maknanya ibarat gelombang laut yang tak pernah habis dan tidak bertepi. Kerana Al-Qur’an adalah firman Allah Yang Maha tinggi dan Maha besar.

Pesan saya kepada kalian, wahai saudara, hendaklah kalian menjalin hubungan dengan Al- Qur’an setiap saat, supaya kalian mampu mendapatkan ilmu baru setiap kali berhubungan dengannya.

Ya Allah, janganlah Engkau biarkan kami
mengurus diri kami sendiri walau sekejap pun,
atau lebih cepat dari itu, wahai Sebaik-baik Dzat
Yang Mengabulkan!

*Ini adalah kandungan dari siri Risalah Selasa oleh Ust Hasan Al Banna. Siri ini akan disiarkan pada setiap hari Selasa.